Please, jangan jatuh air mata!
Kasian banget orang-orang yang tambah kurus sedangkan saya disini makan sepuasnya.
Saya ga pernah memikirkan orang lain betapa beratnya beban hidup nya ditambah pekerjaan sehari-hari yang harus dikerjakan.
Mungkin sana-sini saya bilang kita harus bersyukur, harus membantu, saling mengasihi, suka menolong itu semua saya lakukan juga karena saya ingin memotivasi diri saya sendiri, seengganya saya ada sedikit kesadaran buat berubah gak kaya gini terus.
Saya gak habis fikir tentang rezeki orang tua saya yang selalu mengalir, ada aja rezeki yang datang ke saya, padahal saya bukan ahli ibadah, berbagi saja saya masih sulit masih takut kekurangan padahal ada Yang Maha Kaya, semuanya saya sadari, saya jahat, berprasangka buruk, sering mengabaikan kebaikan, suka telat menjalankan kewajiban saya lakukan dalam keadaan sadar!
Gak taulah, sore ini saya sedih banget, terenyuh. Hampir saya nangis, tapi saya tahan.
Saya cuma ingin jangan hanya saya yang bahagia, semoga orang-orang disekitar saya bisa lebih bahagia dari saya dari orang yang paling bahagia. Ternyata melihat orang susah ketika saya sendiri gak lagi susah jauh lebih nyesek, jauh lebih hina daripada ketika saya sendiri yang sedang susah.
Saya ingin melihat hal-hal yang indah aja sih intinya, melihat orang yang sudah tua keriput dijaga oleh anaknya, melihat wanita yang bahagia menggendong anaknya, gak ada nenek-nenek gila dijalan raya, saya cuma ingin melihat senyum orang-orang saja, kalaupun melihat bapak-bapak tukang parkir yang senyum dijalanan saya melihatnya adem itu tandanya bapak-bapak itu menikmati semua yang ada pada dirinya.
Salam bahagia untuk orang-orang yang berusaha bahagia dari orang yang selalu merasa beruntung :"(
Saya ga pernah memikirkan orang lain betapa beratnya beban hidup nya ditambah pekerjaan sehari-hari yang harus dikerjakan.
Mungkin sana-sini saya bilang kita harus bersyukur, harus membantu, saling mengasihi, suka menolong itu semua saya lakukan juga karena saya ingin memotivasi diri saya sendiri, seengganya saya ada sedikit kesadaran buat berubah gak kaya gini terus.
Saya gak habis fikir tentang rezeki orang tua saya yang selalu mengalir, ada aja rezeki yang datang ke saya, padahal saya bukan ahli ibadah, berbagi saja saya masih sulit masih takut kekurangan padahal ada Yang Maha Kaya, semuanya saya sadari, saya jahat, berprasangka buruk, sering mengabaikan kebaikan, suka telat menjalankan kewajiban saya lakukan dalam keadaan sadar!
Gak taulah, sore ini saya sedih banget, terenyuh. Hampir saya nangis, tapi saya tahan.
Saya cuma ingin jangan hanya saya yang bahagia, semoga orang-orang disekitar saya bisa lebih bahagia dari saya dari orang yang paling bahagia. Ternyata melihat orang susah ketika saya sendiri gak lagi susah jauh lebih nyesek, jauh lebih hina daripada ketika saya sendiri yang sedang susah.
Saya ingin melihat hal-hal yang indah aja sih intinya, melihat orang yang sudah tua keriput dijaga oleh anaknya, melihat wanita yang bahagia menggendong anaknya, gak ada nenek-nenek gila dijalan raya, saya cuma ingin melihat senyum orang-orang saja, kalaupun melihat bapak-bapak tukang parkir yang senyum dijalanan saya melihatnya adem itu tandanya bapak-bapak itu menikmati semua yang ada pada dirinya.
Salam bahagia untuk orang-orang yang berusaha bahagia dari orang yang selalu merasa beruntung :"(
Komentar
Posting Komentar