Meraka Sadar Gak Sih?!
Kamis, 7 september 2017
Saya tidak pernah mengerti apakah ini kepribadian saya? Hancur sekali jika saya punya sifat seperti ini. Tidak mau mengalah, pemarah, tersinggungan dan lain lainnya. Saya masih remaja saya sadari itu dan selama masa remaja ini saya banyak sekali menemukan drama-drama sosial setiap harinya.
Suka merasa aneh sama orang-orang yang menyebalkan. Saya baik ke orang lain, menghargai orang lain, selalu menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, penghibur duka orang lain, selalu membantu orang lain, itu semua bukan semata-mata karena saya baik hati atau apalah itu tapi karena saya sadar saya ini mahluk sosial dengan saya berbuat baik kepada orang lain saya harap mereka akan berbuat baik kepada saya , dan membantu saya jika saya sedang dalam kekusahan. Btw yang lain sadar gak ya? Mereka tuh sadar gak sih? Bukan orang lain aja sih saya pribadi juga sering berbuat yang gak enak kepada orang lain, seengganya kita itu harus bilang maaf kalo kita berbuat salah, mengucapkan kata "tolong" jika kita meminta bantuan orang lain gak seenaknya kaya nyuruh pembantu aja , sadar deh mendingan kita hidup didunia(khususnya diri saya) lebih berbuat yang bermanfaat buat orang lain , seengganya kita hidup jangan melulu inginnya di rajakan saja, coba deh sekali-kali lebih sabar lebih mengalah, gak apa-apa ko semisal kita debat dengan orang lain dan orang lain ngotot gak mau ngelepas argumentnya kita coba mundur dengan rasa ikhlas, dengan senyum manis, walau hati sakit merasa terhina, ingat dan yakin aja, kalo kita mundur kita akan melompat lebih jauh kan? Ya gitu deh saya juga terkadang masih suka sebal dan sakit hati tapi saya selalu mencoba buat tersenyum semoga Yang Maha Melihat selalu mendekap kita sebagai hambanya yang selalu ingin membahagiakan orang lain dengan mengorbankan mental dan perasaannya. Coba dengan menjalani hidup lebih rendah hati dan gak sombong, semoga Yang Maha Merajai menjadikan kita sebagai seorang hamba yang hebat.
Kadang saya suka gemes sama temen kalo ada orang lain berbicara tapi gak didengerin, saya sebagai orang yang tau peristiwa itu mencoba membayangkan bagaimana enekgnya hati saya , malunya muka saya jika saya bicara tapi ujung-ujungnya ditinggal pergi, alias dikacangin, ya ampun coba deh kita lebih menghargai orang lain lain, kita gak bakal rugi kalo kita berbuat baik, menyenangkan hati orang lain dengan perilaku-perilaku kita yang menyenangkan di hati, dengan percakapan kita yang konstruktif.
Dan berbuat kebaikan gak melulu dengan materi, cukup dari hal-hal kecil dulu, semoga nanti kita kalo sudah besar dan berpenghasilan kita dapat memberikan kebaikan dengan materi.
Saya tidak pernah mengerti apakah ini kepribadian saya? Hancur sekali jika saya punya sifat seperti ini. Tidak mau mengalah, pemarah, tersinggungan dan lain lainnya. Saya masih remaja saya sadari itu dan selama masa remaja ini saya banyak sekali menemukan drama-drama sosial setiap harinya.
Suka merasa aneh sama orang-orang yang menyebalkan. Saya baik ke orang lain, menghargai orang lain, selalu menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, penghibur duka orang lain, selalu membantu orang lain, itu semua bukan semata-mata karena saya baik hati atau apalah itu tapi karena saya sadar saya ini mahluk sosial dengan saya berbuat baik kepada orang lain saya harap mereka akan berbuat baik kepada saya , dan membantu saya jika saya sedang dalam kekusahan. Btw yang lain sadar gak ya? Mereka tuh sadar gak sih? Bukan orang lain aja sih saya pribadi juga sering berbuat yang gak enak kepada orang lain, seengganya kita itu harus bilang maaf kalo kita berbuat salah, mengucapkan kata "tolong" jika kita meminta bantuan orang lain gak seenaknya kaya nyuruh pembantu aja , sadar deh mendingan kita hidup didunia(khususnya diri saya) lebih berbuat yang bermanfaat buat orang lain , seengganya kita hidup jangan melulu inginnya di rajakan saja, coba deh sekali-kali lebih sabar lebih mengalah, gak apa-apa ko semisal kita debat dengan orang lain dan orang lain ngotot gak mau ngelepas argumentnya kita coba mundur dengan rasa ikhlas, dengan senyum manis, walau hati sakit merasa terhina, ingat dan yakin aja, kalo kita mundur kita akan melompat lebih jauh kan? Ya gitu deh saya juga terkadang masih suka sebal dan sakit hati tapi saya selalu mencoba buat tersenyum semoga Yang Maha Melihat selalu mendekap kita sebagai hambanya yang selalu ingin membahagiakan orang lain dengan mengorbankan mental dan perasaannya. Coba dengan menjalani hidup lebih rendah hati dan gak sombong, semoga Yang Maha Merajai menjadikan kita sebagai seorang hamba yang hebat.
Kadang saya suka gemes sama temen kalo ada orang lain berbicara tapi gak didengerin, saya sebagai orang yang tau peristiwa itu mencoba membayangkan bagaimana enekgnya hati saya , malunya muka saya jika saya bicara tapi ujung-ujungnya ditinggal pergi, alias dikacangin, ya ampun coba deh kita lebih menghargai orang lain lain, kita gak bakal rugi kalo kita berbuat baik, menyenangkan hati orang lain dengan perilaku-perilaku kita yang menyenangkan di hati, dengan percakapan kita yang konstruktif.
Dan berbuat kebaikan gak melulu dengan materi, cukup dari hal-hal kecil dulu, semoga nanti kita kalo sudah besar dan berpenghasilan kita dapat memberikan kebaikan dengan materi.
Komentar
Posting Komentar